Lima Dukungan Nyata APRIL Pulp Untuk Mencegah Kebakaran Hutan


kebakaran hutan rmol.co


Kebakaran adalah salah satu bencana alam yang sering terjadi di berbagai negara manapun tanpa terkecuali. Kebakaran sendiri bisa terjadi karena dua faktor, yaitu dari alam dan sengaja dibuat oleh manusia. Seperti contoh kebakaran yang sering terjadi di sekitar lingkungan kita, sering terjadi karena ulah manusia itu sendiri. Misalnya kebakaran hutan. Bencana tersebut hampir tiap tahun terjadi di provinsi Riau karena kepemilikan tanah gambut. Hal tersebut terjadi karena kebakaran pada tanah gambut bisa sangat sulit untuk dikendalikan, terutama bagi area-area yang memiliki tanah gambut.
Kebakaran yang terjadi di Riau sering terjadi pada musim kemarau, karena pemicunya sendiri karena dengan cuaca panas dan pengap menyebabkan terjadinya kebakaran. Dan dengan tingkat cuaca yang semakin panas seperti kemarau yang sudah dipastikan akan kurangnya penyiraman pada lahan akan membuat lahan mudah terbakar. Akibatnya banyak pihak yang merasa merugi akan adanya bencana tersebut.

Salah satunya adalah Grup APRIL, anak dari perusahaan bapak Sukanto Tanoto. Karena kebakaran adalah suatu ancaman terbesar bagi hutan tanaman mereka. Pasalnya tanaman-tanaman yang mereka miliki merupakan aset utama bagi mereka. Dan dengan adanya kebakaran dapat merusak hutan, mengurangi nilai dan produktivitas aset ini, serta menciptakan kabut asap. Selain itu juga, kebakaran liar juga dapat memiliki dampak buruk bagi lingkungan, yaitu: mengurangi nutrisi tanah, mempengaruhi kualitas air dan meningkatkan erosi tanah. Bagi mereka, tidak ada ruginya untuk membakar hutan. Malah akan sebaliknya. Oleh karena itu APRIL grup menerapkan kebijakan tidak ada toleransi terhadap pembakaran hutan (zero tolerance).

APRIL Grup melibatkan tingkat desa yang merupakan bagian penting dalam meminimalis resiko yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan. Dalam hal ini, APRIL Grup bekerja sama dengan pemerintah dalam berbagai upaya pencegahan berbasis pendidikan masyarakat demi untuk memastikan bahwa kebakaran tidak akan dimulai lagi di dalam konsesi mereka dan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk memastikan dicegahnya kebakaran. Salah satunya pada tahun 2008, PT Riau Aandalan Pulp and Paper, anak perusahaan dari Sukanto Tanoto ini, berperan aktif menggandeng masyarakat untuk menjadi agen dalam menanggulangi masalah kebakaran lahan dengan memfasilitasi pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA). 

Selain itu, APRIL grup telah yakin dalam memilih menjadi bagian dari solusi untuk kebakaran hutan dan telah berinvestasi secara signifikan dalam pencegahan kebakaran dan penanggulangan kebakaran di tingkat operasional dan masyarakat. Dalam hal ini berupa program-program edukasi, bekerja dengan masyarakat lokal, pelatihan dan alokasi sumber daya tim pemadaman kebakaran desa, papan petunjuk hutan dan desa, peningkatan kesadaran masyarakat tentang resiko atau bahaya dari teknik memotong dan membakar, serta program keterlibatan masyarakat berbasis insentif.

Di tahun 2014, APRIL grup memperkenalkan suatu program insentif kepada desa di Sering, Pulau Muda, Teluk Meranti, dan juga Teluk Binjai. Dalam hal ini, APRIL Grup mengadopsi kebijakan untuk tidak membakar dan mencegah kebakaran lahan atau hutan dalam area mereka. Dan itulah lima bukti dukungan nyata APRIL Pulp untuk mencegah kebakaran hutan.
Previous
Next Post »