Makna dan Asal-Usul Batik Kawung

Batik merupakan sebuah kesenian diatas kain yang biasa digunakan sebagai pakaian. Batik Kawung merupakan salah satu dari sekian banyak motif batik yang memiliki makna dan sejarah yang sangat dalam. 
Batik Kawung ini memiliki motif yang simetris yang cantik, yang mana memiliki unsur-unsur budaya Jawa yang sangat kental. Konon motif ini merupakan motif yang khusus hanya boleh digunakan oleh kalangan kerajaan. Kabarnya, motif ini kerap digunakan oleh Abdi Dalem atau pelayan kerajaan. Bahkan, pada awalnya hanya keluarga terdekat Sultan Hamengkubuwono yang boleh menggunakannya.
foto:batikbro.com
Asal-Usul Batik Kawung
Terdapat beberapa versi mengenai asal usul batik Kawung ini. Versi yang pertama mengatakan bahwa batik Kawung terinspirasi dari seekor kumbang. Nama Kawung sendiri berasal dari binatang Kwangwung yang berarti Kumbang tanduk. Dimana sosok kumbang ini dianggap hama yang menakutkan bagi para petani.
Bentuk serangga ini juga menjadi inspirasi dari motif batik Kawung. Dimana serangga ini berbentuk bulat melingkar dan mengkilap, dan batik Kawung berpola oval atau melingkar dan tak jarang berwarna cokelat gelap, sehingga cukup mirip. Lebih mirip lagi ketika hewan ini terbang, Karena sayapnya yang mengepak mirip dengan bentuk batik Kawung.
Tedapat sumber lainnya yang menyatakan bahwa inspirasi dari batik Kawung terinspirasi dari buah yang dihasilkan oleh tumbuhan yang bernama aren atau palem. Pohon ini menghasilkan buah yang berkulit keras, namun apabila dibuka maka ada buah berwarna putih bersih didalamnya. Yang mana biasa dikenal sebagai kolang-kaling.
Nah versi kedua inilah yang lebih umum dikenal oleh masyarakat pada umumya. Mungkin karena secara analogi bentuk, buah kolang-kaling lebih merepresentasikan motif Kawung daripada seekor kumbang. Buah kolang-kaling apabila dibelah menjadi 4, akan berbentuk sesuai dengan motif batik Kawung.
Sedikit Sejarah Tentang Batik Kawung
Batik ini konon kabarnya telah berkembang sejak jaman kekuasaan Mataram baru. Namun pertama kali muncul dan dikenal sudah sejak abad ke-13. Salah satu sumber bahkan menyatakan bahwa pencipta dari batik Kawung adalah Sultan Mataram sendiri yang berkuasa pada jaman tersebut.
Motif Kawung bahkan sudah ditemukan pada patung-patung gajah (Ganesha) di candi Prambanan, dan candi-candi hindu lainnya. Beberapa patung gajah di candi Prambanan bahkan memiliki beberapa motif batik sekaligus pada sarungnya. Seperti motif ceplok, lereng dan nitik.
Karena candi-candi Hindu ini telah dibangun pada abad ke-9, dapat disimpulkan bahwa, masyarakat terdahulu sudah mengenal batik lebih lama dari perkiraan awal kita. Sehingga apabila dijumlahkan, maka batik sudah hidup kurang lebih selama 1.200 tahun!
Makna Tersirat Batik Kawung
Mungkin batik Kawung ini motifnya terlihat cukup sederhana. Namun dibalik kesederhanaannya ternyata batik Kawung memiliki makna filosofis yang sangat dalam. Buah Kawung (kolang-kaling) yang tersimpan pada pohon Aren memiliki daging buah yang sangat putih, bening dan bersih. Walaupun kulitnya hitam legam dan keras.
Makna dari perumpamaan ini sesuai dengan kepercayaan masyarakat Jawa, bahwa itikad yang bersih dan baik itu merupakan sebuah ketetapan hati yang tidak perlu dihumbar-humbar dan diketahui orang lain. Bagus kan maknanya?
Makna lain seperti diutarakan oleh S. K. Sewan Susanto pada bukunya “Seni Kerajinan Batik Indonesia” pada tahun 1973, adalah bahwa motif Kawung ini dapat diartikan dalam bahasa Jawa sebagai saderek sekawan gangsal pancer. Yang mana dalam bahasa Indonesia artinya lambang persaudaraaan yang berjumlah empat, dengan satu motif titik tengah sebagai pusat alam semesta.
Dibalik bentuknya yang sederhana, ternyata batik Kawung menyimpan makna filosofis yang amat dalam. Semoga artikel singkat ini dapat memberikan pemahaman baru dan membuat para pembaca makin mencintai batik Indonesia. Salam!
Previous
Next Post »